Kamis, 30 April 2009

Cacar Air, Varisella atau Chicken Pox

Penyakit yang disebabkan virus varisella zoster. Penyakit cacar air terjadi karena virus masuk ke tubuh melalui selaput lendir saluran napas bagian atas (hidung, mulut, dan tenggorokan). Penularan utama penyakit ini, yaitu melalui udara atau titik-titik ludah. Setelah masuk ke tubuh, virus akan tumbuh dan memperbanyak diri, lalu menyebar melalui darah dan getah bening. Masa inkubasi atau mulai masuknya virus ke tubuh hingga timbul gejala, rata-rata membutuhkan waktu sekitar 14-17 hari.
 
Penyakit ini menular sejak beberapa hari sebelum timbulnya bercak – bercak pada kulit hingga beberapa hari setelah semua bercak – bercak berair itu mengering. Sebelum timbul ruam pada kulit, umumnya penderita terlebih dahulu mengalami gejala penyerta,seperti demam,nyeri kepala, sendi, otot, tenggorokan, nafsu makan selanjutnya muncul bercak kemerahan di kulit yang berkembang menjadi papul, selanjutnya menjadi bentol – bentol berisi cairan yang  mengering beberapa hari kemudian. Terlihat pada wajah, tubuh dan kulit kepala. Ujung – ujung anggota badan hanya sedikit terkena. Diagnosis cacar air didasarkan hanya dengan gambaran klinis.
 
Pengobatan hanya bersifat suportif, dengan kata lain hanya mengurangi gejala yang muncul misalnya demam dan gatal. Biasanya diberikan parasetamol  untuk demamnya dan antihistamin misalnya CTM untuk mengurangi gatalnya. Bedak salicyl dapat diberikan untuk mengurangi gatal. Obat anti virus hanya efektif memperpendek perjalanan penyakit jika diberikan 24 jam pertama sejak muncul bercak di kulit. Acyclovir merupakan obat antivirus yang sering dipakai. Aman dipakai pada ibu hamil, menyusui dan anak – anak.
 cacar-air.gif
Tidak ada pantangan makanan, penderita dianjurkan untuk makan tinggi kalori dan protein. Dianjurkan untuk mandi untuk mengurangi rasa gatal dan menjaga kebersihan kulit untuk menghindari infeksi.Rata – rata bercak mulai mengering setelah tujuh hari. Karena penularan melalui udara, hampir 100% orang yang tinggal serumah akan ketularan kecuali yang sudah pernah kena atau sudah di vaksinasi karena sudah memiliki kekebalan.
 ( Sumber : Pedoman klinis pediatric, EGC )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar